budaya di indonesia

Budaya Budaya melahirkan identitas komunitas diantara masyarakat, dan tak jarang dari budaya dengan ruang lingkup yang kecil menjadi sebuah budaya yang menjadi ideantitas suatu Bangsa bahkan Negara. Budaya-budaya ini akan melahirkan sebuah kebanggan dan kecintaan suatu komunitas akan sebuah pencitraan tentang tingginya sebuah peradaapan dari sebuah negeri akan nilai seni dan intelektual kreatif. Pada era modern atau saya yanglebih suka mengatakan era liberasi informasi dan hukum. Dimana aspek legalitas di junjung tinggi tanpa mengedepankan aspek moral dan etika, akan membentuk suatu stigma yang memandang bahwa produk budaya adalah produk ekonomi dan yang namanya ekonomi merupakan wadah explorasi pundi2 uang….. Pencurian Budaya Malaysia merupakan negara pesemakmuran yang kini banyak mengklaim terhadap budaya2 Indonesia dan yang paling hangat adalah pengakuan atas tari pendet yang berasal dari Bali dan bahkan banyak lagi aspek budaya local lainnya seperti batik, kesenian reog, Lagu rasa sayange, kesenian Kalimantan dan lain-lain. Malaysia sebagai Negara pesemakmuran melihat adanya budaya tanpa Haki adalah sebuah budaya yang bisa diperjual belikan atau dibisniskan tanpa melihat etika dan moral dari budaya itu sendiri dikarenakan mungkin di Negara tersebut tidak memiliki identitas akan sebuah budaya. Apa ini di biarkan saja?……. Berapa banyak lagi budaya kita diambil? Budaya apalagi yang akan kita lepas? 1. Tari saman , tari dayak, tari lenong, tari topeng, dan tari2 lain 2. Kesenian ondel2, Reog, kerapan sapi, kesenian papua. 3. Upacara ngaben? 4. Makanan Tahu dan tempe (klaim Jepang) Beberapa kartunis di Surabaya membuat sebuah komik indie dimana di surabya dengan adanya klaim dari budaya Indonesia sudah mulai geram dan marah akan tindakan Negara lain dan sikap kurang tanggapnya kita sebagai pemilik budaya hingga diplesetkan dalam humornya untuk budaya “mengumpat”/ bicara kotor bisa di klaim Negara lain. Hahahaha nggak kebayang saya… Mau tunggu apalagi? Sekarang baru Negara pesemakmuran Malaysia, mungkin besok Negara Singapura, Amerika, Belanda, Jepang, Perancis atau bahkan meningkat sekarang yang baru di klaim budaya besoknya pulau2 kita………….. Indonesia sebagai Negara dan bangsa harus sigap menanggapi era perkembangan zaman pada saat ini dimana aspek legalitas dan hukum dijunjung tinggi dimana budaya tidak lagi menjadi sebuah identitas namun juga menjadi sebuah Sumber Daya Alam. Dalam ulasan saya ini saya mencoba memberikan usul terhadap langkah2 penyelamatan budaya: 1. Mulai inventarisasi terhadap produk budaya dan klasifikasinya 2. Produk budaya tersebut didaftarkan sebagai Made in Indonesia, dimana aspek ekonomi dari penggunaan keperluan di luar Indonesia bisa digunakan sebagai PDB di tiap daerah. 3. Daftarkan ke HAKI versi internasional sehingga adanya legitimasi hukum di internasional akan perlindungan budaya. 4. Serah kelolakan budaya ini di departemen kebudayan/pariwisata dengan bekerjasama dengan departemen budaya di tiap provinsi. 5. Atau bahkan Teknis pemilu kita yang merupakan produk budaya akan demokrasi daftarka juga 6. Lakukanlah secepatnya!! Kalau bukan kita sebagai warga Negara dan Pemerintah sebagai penyelenggara Negara terus siapa lagi yang melindungi dan peduli budaya kita, asal tahu saja banyak Negara lain yang merorong budaya kita untuk di jadikan aspek ekonomi. Karena Dewasa ini Budaya tidak menjadi lagi dipandang sebagai warisan kreatifitas tapi juga budaya pada zaman/ era baru ini menjadi SUMBER DAYA ALAM yang nilai aspek ekonomisnya sangat tinggi.

About ujianblogayu

pengen sukses
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s